Sabtu, 31 Oktober 2026

KITA DAN ALAM ADALAH SATU KESATUAN DENGAN KECERDASAN EKOLOGI MENJAGA KEHIDUPAN #11


Ditengah cuaca dan iklim yang tidak menentu ini. Terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Indoneisa yang dilakukan oleh oknu orang yang tidak bertanggung jawab, membuat kerusakan yang luar biasa. Banyak plasma nutfah, fauna dan flora yang  mati terbakar.


 Kecerdasan ekologi (ecological intelligence) kini menjadi keterampilan krusial yang harus dimiliki setiap individu untuk menghadapi krisis lingkungan global. Guna mendalami konsep ini, sebuah kegiatan Juguran Budaya Peken Prapen Minggu Paing dengan tema "Kecerdasan Ekologi" telah sukses diselenggarakan. Juguran ini mempertemukan para pejabat, akademisi, aktivis lingkungan, dan generasi muda untuk membedah cara manusia memahami dampak aktivitas mereka terhadap ekosistem.

 

Acara ini dibuka oleh tuan rumah Prapen, Pak Kasito. Beliau menyampaikan bahwa manusia dan lingkungan saling terkait. Kotoran ayampun yang kita pelihara itu merupkan unsur yang penting untuk sumber makanan tanaman. Jadi janganlah kita jijik, dengan hal tersebut. Padahal tanaman yang kita makanpun, berasal dari tanaman yang subur karena mendapatkan pupuk alami dari kotoran ayam. Selanjutnya doa bersama yang dipandu oleh tokoh agama setempat.


Setelah itu Mr. Joni Jhonte menampilkan Wayang Cengkewengnya. Dengan Wayang Cengkewengnya Mr Jonte menyampaikan bahwa menurut Mbah Daniel Goleman, kecerdasan ekologi meliputi :

1. Sebuah pemahaman lingkungan sekitar, contohnya ada puntung rokok yang merupakan sampah dibuang ditempat sampah. Paham adanya piring kotor tapi dibiarkan.

2.  Merasakan atau empat, kasihan ini kalau lingkungan kotor.

3. Melakukan kebersihan/ tindakan. Membersihkan lingkungan yang kotor.

Dalam pembukaan diskusi, ditekankan bahwa kecerdasan ekologi bukan sekadar pengetahuan tentang alam. Konsep ini adalah kemampuan manusia untuk menerapkan pemahaman tentang ekosistem guna menyelaraskan aktivitas sehari-hari dengan kelestarian alam. Menjadi cerdas secara ekologis berarti mampu melihat keterkaitan antara apa yang kita konsumsi, beli, dan buang terhadap kesehatan planet ini.

Seperti yang disampaikan oleh Pak Titut, beliau menyatakan bahwa dulu nenek moyang ketika memelihara ayam. Ayamnya bertelur 10 butir itu tidak semuanya dimasak. Tetapi yang dimasak hanya 4 butir kemudian yang 6 diteteaskan, dalam rangka menjaga keberlangsungan (sustinabilty). Kotoran ayamnya dapat dijadikan pupuk.

Selanjutnya Om Barno menyampaikan pengalamannya tinggal di Pati yang lingkungannya panas, beda dengan Banyumas. Lalu Pak Endar beliau menyampaikan tentang pertanian yang berkelanjutan, pertanian organik, lalu ada Mas Istanto yang concern pada pariwisata alam, dimana yang merusak alam hutan ya mereka para pecinta alam  karena membawa sampah tapi membuang sampah di hutan tidak dibawa lagi dibuang di tempat sampah.

Dari alam, lingkunganpun kita dapat mengambil pelajaran bahwa untuk hidup jangan seperti tanaman pisang. Kenapa ?. tanaman pisang anakannya/tunasnya tidak akan besar kalu tidak di pisah. Mungkin hampir sama dianalogikan dengan manusia bahwa manusia adakalnya harus merantau, jauh dengan orang tua agar mandiri dan berdaya.

Juguran yang berlangsung dinamis ini, dalam langkah kongkritnya tidak bisa dilakukan sendirian. Kecerdasan ekologi harus diintegrasikan dengan berbagai lintas sektor formal dan ruang dialog komunitas guna menciptakan kebijakan yang pro-lingkungan.

Seluruh peserta juguran sepakat bahwa kecerdasan ekologi harus mewujud dalam tindakan nyata, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, mengelola sampah dari rumah, dan mendukung bisnis lokal yang ramah lingkungan. Masa depan bumi tidak ditentukan oleh besarnya teori yang kita kuasai, melainkan oleh konsistensi aksi kecil yang kita lakukan setiap hari. (JBBP)

 

 

 

 

 

 

 

 

SERUNYA NGOBROL BAHASA INGGRIS BARENG ISTANTOLIVE, WAKTUNYA MENINGKATKAN PERCAYA DIRI KAMU DI PRAPEN

Prapen adalah sebuh tempat edukasi. Kali ini Prapen punya giat, sebagai space untuk aktualisasi paktik berbicara bahasa inggris langsung. Dengan kegiatan ini diharapkan para peserta yang hadir dapat mengasah dan meningkatkan kemampuan bahasa inggrisnya.

Jum’at, 30 Oktober 2026 pukul 16.00 sore kemarin, menjadi momen yang luar biasa bagi puluhan peserta yang berkumpul untuk satu tujuan: meruntuhkan tembok kecemasan saat berbicara bahasa Inggris. Ini adalah pertama kalinya (perdana) melalui kolaborasi spesial dalam acara "Ngobrol Bahasa Inggris Bareng Instantolive", suasana belajar yang biasanya kaku dan menegangkan berubah total menjadi ruang diskusi yang seru, cair, dan penuh tawa.

 

Di Prapen tersedia juga produk olahan warga lokal, seperti Kopi Prapen Indonesia, Kopi Desa, dan Rempeyek. Peserta yang datang dipersilahkan untuk memesan minuman. Tersedia minuman kopi desa, minuman kopi caffe, minuman jeruk gula merah, minumah es teh, dan minuman teh anget. Setelah itu peserta menempati kursi yang sudah disediakan.

 


Sejak menit pertama dimulai, yang dipandu oleh sahabat Bagas Prakoso energi positif sudah terasa. Tidak ada istilah "takut salah gramatikal" atau "malu karena aksen". Karena dari awal sudah disampaikan bahwa, di forum Prapen ini adalah forumnya untuk belajar bersama, silih asah, silih asih dan silih asuh.

Acara dibuka dengan membaca Basmallah. Selanjutnya, para peserta diajak langsung terjun ke sesi interactive chatting yang interaktif. Mulai dari topik obrolan sehari-hari yang ringan, berbagi cerita tentang hobi, pengalaman, hingga kegiatan pribadinya..

Salah satu sesi paling menarik adalah saat peserta menyimak cerita dari Mas Istantolive, bagaimana tetap semangat belajar bahasa Inggris walaupun disebuah desa dan lingungan yang tidak mendukung. Di sini, Istantolive membuktikan bahwa menguasai bahasa Inggris bukan soal menghafal rumus di dalam buku, melainkan tentang membangun kebiasaan, keberanian untuk mencoba, dan menemukan partner bicara (speaking partner) yang tepat dan adanya circle yang support.

Acara ini dihadiri oleh rekan Renka, Mahasiswi dari Universitas Jenderal Soedirman jurusan Bahasa Inggris. Renka menceritakan bahwa ruang seperti ini sangat penting, karena ketemu langsung saling menyapa, butuh suasana nyata, tidak hanya online saja.

Menurut Pak Kasito walaupun eranya sudah digital, tetapi sebagai manusia sosial tetap membutuhkan ruang untuk bertemu. Di Prapen inilah tempatnya, Di Prapen inilah solusinya. Belajar Bahasa inggris jangan takut salah, Belajar bahasa inggris harus berani ngomong. Prapen siap ngancani kanca-kanca yang sungguh-sungguh belajar bahasa inggris.

Harapannya kegiatan seperti ini terus-menerus berlanjut (continue), sehingga dapat menjadi salah satu forum/wadah bagi mereka yang ingin meningkatkan kemampuan bahasa inggris.

 

Acara yang berlangsung selama 1,5 jam dan dihadiri oleh Pak RW, anggota Ikatan Pelukis Banyumas (IPB), tour guide, pengusaha dan warga lokal ini ditutup dengan sesi foto bersama. Pulang dari acara ini, para peserta tidak hanya membawa pulang ilmu baru, tetapi juga membawa segudang rasa percaya diri yang baru untuk mulai berbicara bahasa Inggris kapan saja dan di mana saja.

Sampai jumpa di keseruan ngobrol bareng Instantolive berikutnya! Keep speaking, keep growing!. (BPNGOBRASBARISTA)

 kunjungi Instgaram kami : https://www.instagram.com/p/DfJEiLeH6Rs/?rpxt=MTZwZDNpYXBmcjZjZw==

Jumat, 16 Oktober 2026

JASA PENULIS LIRIK LAGU


 

LIKA-LIKU HIDUP INI

 LIKA-LIKU HIDUP INI

CIPT. BAGAS PRAKOSO

[intro]

Reff :

Lika-liku hidup ini

Kujalani kusyukuri

Lika-liku hidup ini

kujalani kusyukuri

 

Cintaku padamu

Kuberikan hidupku

Sayangku padamu

Kuserahkan hidupku

 

Haya padamu

Semua untukmu…. woo……oo..


link youtube : (44) Lika-liku Hidup - YouTube


https://www.instagram.com/reel/DejB-gHAf_j/?rpxt=ZWRtN3F2YmtjNjVy 


https://www.instagram.com/reel/Dei77u4iEhI/?xtok=MWYxazVucndiOHFxeg==


https://www.instagram.com/reel/DejB-gHAf_j/?rpxt=ZWRtN3F2YmtjNjVy 







 

Senin, 11 Mei 2026

kopi Prapen Indonesia


2 Mei 2026 segenap tim Kopi Prapen Indoneisa mengucapkan selamat Hari Pendidikan Nasional 2026.

 

Jumat, 30 Januari 2026

SALING DUKUNG 11 12

 


Tarian Jiwa 11 12
Di Pekan Prapen ke-4 Minggu pahingan, 25 Januari 2026
Oleh: Andika Satria


Idiom 11 12 memiliki makna implisit yang sering digunakan untuk membandingkan dua entitas, situasi, atau manusia yang kualitas atau karakternya setara. Terkadang mengimplikasikan salah satu sedikit di bawah yang lain.

Kata "sebelas" terdengar mirip dengan kata "sebelah". Saat dua orang atau dua hal yang mirip disandingkan, berdampingan atau "sebelahan". Belum lagi tentang "kesebelasan", orang jadi menyadari kemiripannya. Lantaran angka setelah sebelas adalah dua belas, maka istilah "sebelas dua belas" pun lahir sebagai ungkapan untuk menyatakan kemiripan tersebut.

Sedangkan antara pukul 11 siang dan 12 siang, posisi matahari dan panasnya hampir sama. Saking miripnya, orang-orang dahulu sulit membedakan kondisi di waktu tersebut. Maka istilah "sebelas dua belas" dipakai untuk menggambarkan dua hal yang mirip, layaknya jam 11 dan 12 siang.

Dalam matematika angka 12 dianggap istimewa. Ia termasuk sublime number dan superior highly composite number karena memiliki banyak pembagi, yakni 1, 2, 3, 4, 6, dan 12. Angka 12 sering dianggap melambangkan kesempurnaan. Sedangkan 11 adalah angka yang paling dekat dengan 12. Maka ketika dua hal mirip, tapi yang satu sedikit di bawah yang lain, orang menyebutnya "sebelas dua belas".

Disadari atau tidak, angka 12 kerap ditemukan di kehidupan sehari-hari. Mulai dari 12 bulan dalam setahun, 12 jam di jam dinding, 12 zodiak, hingga 1 lusin yang berjumlah 12 buah. Barangkali angka 12 merupakan numerik yang menyatakan kelengkapan suatu jumlah. Namun yang pasti, ungkapan ini telah menjadi bagian dari budaya lisan masyarakat Indonesia, untuk menggambarkan dua hal yang beda-beda tipis.

Tarian Jiwa Medi PS yang mengambil tema 11 12, mengingatkan alamiah manusia perihal memilih untuk berkelompok dengan sesamanya, atas dasar kesamaan, kesetaraan, dan sesuatu yang beririsan. Bukan cuma perihal watak, pemikiran, ide, dan kepentingan baik lainnya. Tetapi ada suatu frekuensi yang berkelindan.

Medi PS menjadi "wayang" yang bermandikan cat akrilik dan menari di atas kanvas. Tercermin bahwa manusia berlumuran dosa, pahala, derita, bahagia, salah, benar, dan berbagai macamnya yang mewarnai kanvas hidupnya, namun jiwanya selalu "menari" selaras dengan semesta-Nya. Suatu meditasi aktif dan mendalam: pengalaman rohani yang indah. Tarian Jiwa yang memelihara resonansi dengan cahaya yang tinggi. Sesuatu yang tidak hanya dipandang dengan mata lahir saja.

Energi itu memancar dari kerumunan kecil di beranda Prapen, Karangnangka, menuju ke langit. Kerumunan kecil yang "terasingkan" dari budaya kotor yang riuh. Beruntunglah "keterasingan" itu adalah sebuah kesunyian yang sejati untuk ruang bersama mengolah kebudayaan murni manusia. Kebudayaan yang memiliki harapan dan potensi untuk membenahi keruhnya peradaban palsu belakangan ini. 

Melalui Tarian Jiwa, dan bahkan mungkin di kantong-kantong kebudayaan "terasingkan" lainnya, manusia perlu menjadi angka 11 yang berasal dari manusia yang berbeda tipis dengan angka 12 yang berasal dari zat-Nya. Dan bisa dikatakan, 11 12 adalah dialektika kemesraan manusia dan Tuhan satu kesatuan yang sempurna. Jika manusia sudah mengemasi 11 12-Nya itu di dalam jagat pikiran dan batinnya, ia sudah melengkapi bekalnya yang sejati.

Dengan begitu, manusia bisa terus merawat telatah dan momentum ketuhanan bagi keselamatan semua makhluk menuju jalan pulang. Hidup berjalan dengan enteng berkat ketulusan, kemurnian, cinta kasih, dan sesuatu yang luhur. Dan perlu diingat selalu, bahwa manusia hanya diperjalankan, bukan berjalan sendiri.  Panjang umur hal-hal baik!.


Kopi Prapen Indonesia 
Kopi Lokal Khas banyumas
Kearifan Lokal Tradisi Leluhur




KITA DAN ALAM ADALAH SATU KESATUAN DENGAN KECERDASAN EKOLOGI MENJAGA KEHIDUPAN #11

Ditengah cuaca dan iklim yang tidak menentu ini. Terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Indoneisa yang dilakukan oleh oknu orang ya...