Jumat, 16 Oktober 2026

JASA PENULIS LIRIK LAGU


 

LIKA-LIKU HIDUP INI

 LIKA-LIKU HIDUP INI

CIPT. BAGAS PRAKOSO

[intro]

Reff :

Lika-liku hidup ini

Kujalani kusyukuri

Lika-liku hidup ini

kujalani kusyukuri

 

Cintaku padamu

Kuberikan hidupku

Sayangku padamu

Kuserahkan hidupku

 

Haya padamu

Semua untukmu…. woo……oo..


link youtube : (44) Lika-liku Hidup - YouTube


https://www.instagram.com/reel/DejB-gHAf_j/?rpxt=ZWRtN3F2YmtjNjVy 


https://www.instagram.com/reel/Dei77u4iEhI/?xtok=MWYxazVucndiOHFxeg==


https://www.instagram.com/reel/DejB-gHAf_j/?rpxt=ZWRtN3F2YmtjNjVy 







 

Senin, 11 Mei 2026

kopi Prapen Indonesia


2 Mei 2026 segenap tim Kopi Prapen Indoneisa mengucapkan selamat Hari Pendidikan Nasional 2026.

 

Jumat, 30 Januari 2026

SALING DUKUNG 11 12

 


Tarian Jiwa 11 12
Di Pekan Prapen ke-4 Minggu pahingan, 25 Januari 2026
Oleh: Andika Satria


Idiom 11 12 memiliki makna implisit yang sering digunakan untuk membandingkan dua entitas, situasi, atau manusia yang kualitas atau karakternya setara. Terkadang mengimplikasikan salah satu sedikit di bawah yang lain.

Kata "sebelas" terdengar mirip dengan kata "sebelah". Saat dua orang atau dua hal yang mirip disandingkan, berdampingan atau "sebelahan". Belum lagi tentang "kesebelasan", orang jadi menyadari kemiripannya. Lantaran angka setelah sebelas adalah dua belas, maka istilah "sebelas dua belas" pun lahir sebagai ungkapan untuk menyatakan kemiripan tersebut.

Sedangkan antara pukul 11 siang dan 12 siang, posisi matahari dan panasnya hampir sama. Saking miripnya, orang-orang dahulu sulit membedakan kondisi di waktu tersebut. Maka istilah "sebelas dua belas" dipakai untuk menggambarkan dua hal yang mirip, layaknya jam 11 dan 12 siang.

Dalam matematika angka 12 dianggap istimewa. Ia termasuk sublime number dan superior highly composite number karena memiliki banyak pembagi, yakni 1, 2, 3, 4, 6, dan 12. Angka 12 sering dianggap melambangkan kesempurnaan. Sedangkan 11 adalah angka yang paling dekat dengan 12. Maka ketika dua hal mirip, tapi yang satu sedikit di bawah yang lain, orang menyebutnya "sebelas dua belas".

Disadari atau tidak, angka 12 kerap ditemukan di kehidupan sehari-hari. Mulai dari 12 bulan dalam setahun, 12 jam di jam dinding, 12 zodiak, hingga 1 lusin yang berjumlah 12 buah. Barangkali angka 12 merupakan numerik yang menyatakan kelengkapan suatu jumlah. Namun yang pasti, ungkapan ini telah menjadi bagian dari budaya lisan masyarakat Indonesia, untuk menggambarkan dua hal yang beda-beda tipis.

Tarian Jiwa Medi PS yang mengambil tema 11 12, mengingatkan alamiah manusia perihal memilih untuk berkelompok dengan sesamanya, atas dasar kesamaan, kesetaraan, dan sesuatu yang beririsan. Bukan cuma perihal watak, pemikiran, ide, dan kepentingan baik lainnya. Tetapi ada suatu frekuensi yang berkelindan.

Medi PS menjadi "wayang" yang bermandikan cat akrilik dan menari di atas kanvas. Tercermin bahwa manusia berlumuran dosa, pahala, derita, bahagia, salah, benar, dan berbagai macamnya yang mewarnai kanvas hidupnya, namun jiwanya selalu "menari" selaras dengan semesta-Nya. Suatu meditasi aktif dan mendalam: pengalaman rohani yang indah. Tarian Jiwa yang memelihara resonansi dengan cahaya yang tinggi. Sesuatu yang tidak hanya dipandang dengan mata lahir saja.

Energi itu memancar dari kerumunan kecil di beranda Prapen, Karangnangka, menuju ke langit. Kerumunan kecil yang "terasingkan" dari budaya kotor yang riuh. Beruntunglah "keterasingan" itu adalah sebuah kesunyian yang sejati untuk ruang bersama mengolah kebudayaan murni manusia. Kebudayaan yang memiliki harapan dan potensi untuk membenahi keruhnya peradaban palsu belakangan ini. 

Melalui Tarian Jiwa, dan bahkan mungkin di kantong-kantong kebudayaan "terasingkan" lainnya, manusia perlu menjadi angka 11 yang berasal dari manusia yang berbeda tipis dengan angka 12 yang berasal dari zat-Nya. Dan bisa dikatakan, 11 12 adalah dialektika kemesraan manusia dan Tuhan satu kesatuan yang sempurna. Jika manusia sudah mengemasi 11 12-Nya itu di dalam jagat pikiran dan batinnya, ia sudah melengkapi bekalnya yang sejati.

Dengan begitu, manusia bisa terus merawat telatah dan momentum ketuhanan bagi keselamatan semua makhluk menuju jalan pulang. Hidup berjalan dengan enteng berkat ketulusan, kemurnian, cinta kasih, dan sesuatu yang luhur. Dan perlu diingat selalu, bahwa manusia hanya diperjalankan, bukan berjalan sendiri.  Panjang umur hal-hal baik!.


Kopi Prapen Indonesia 
Kopi Lokal Khas banyumas
Kearifan Lokal Tradisi Leluhur




BELAJAR DARI PERISTIWA ES GABUS

 



Melihat dan membaca berita di Tribun-Medan.Com. pedagang es gabus yang dituduh menggunakan bahan spons oleh aparat menjadi pelajaran untuk kita semua. bahwa menjadi aparat harus benar-benar mengayomi masyarakat, harus lebih teliti, bijaksana. 

sebelum memutuskan atau menyimpulkan sesuatu aparat haruslah memiliki argumen dan bukti yang kuat, bukan asumsi/prasangka. Sehingga tindakan yang diambil tepat dan maslahat. 

Artinya sebelum menuduh pedagang es gabus menggunakan spons, ujilah dulu di laboratorium. seperti yang dilakukan oleh tim keamanan pangan Dokpol Polda Metro Jaya yang telah turun tangan melakukan uji sample, dan ternyata hasil uji laboratorium terbukti aman dan layak konsumsi. 

Hal ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjadi orang yang lebih hati-hati, lebih teliti, lebih arif,  bijak, lebih terukur. sekian.  terima kasih.



Kopi Prapen Indonesia

Kopi Lokal Khas Banyumas

Kearifan Lokal Tradisi Leluhur




Jumat, 31 Oktober 2025

BAGAS PRAKOSO TERPILIH MENJADI KETUA ALUMNI FAKULTAS BIOLOGI ANGKATAN 2007, UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

                 Enam (6) hari adalah waktu yang dibutuhkan dalam memutuskan dan menyepakati ketua alumni Fakultas Biologi (Fabio) angkatan 2007. sejak sahabat Yoyon membuat polling ketua alumni angkatan 2007 Fakultas Biologi Unsoed. Anggota yang aktif ikut beraprtisipasi sekitar 36 anggota, yang semuanya ada sekitar 101 anggota.  Sekarang tanggal 31 Oktober 2025 di group WA kalau dicek ternyata ada 103 anggota, alhamdulillah bertambah.

                Sebenarnya dengan jumlah hanya 36 anggota yang berpartisipasi ini masih belum separuhnya. Seharusnya itu 50+1, Tetapi karena ini mendesak, dalam artian ditunggu oleh salah satu pengurus Alumni Fakultas Biologi Unsoed, sebagai penanggung jawab resmi yang diamanahi untuk mewakili angkatan 2007, maka disepkati bersama bahwa jumlah 36 anggota yang berpartisipasi itu sudah cukup.

            Sehingga ketika dilihat hasil pollling ternyata Sahabat Bagas mendapatkan 23 suara, sahabat samsul 8 suara dan sahabat Trisno 5 suara. Jumlah paling banyak diperoleh oleh sahabat Bagas. Oleh karenanya, akhirnya disepkati bersama ketuanya adalah sahabat Bagas.

        Selanjutnya Sahabat Bagas menyampaikan bahwa, tidak cukup hanya ketua, tetapi ada kelengkapan struktur lain, minimal seperti mungkin sekretaris dan Bendahara.  Yang akhirnya sahabat Yoyon dll menyepakati untuk Ketua : Sahabat Bagas, Sekretaris : Sahabat Samsul dan Bendahara : Sahabt Trisno. Karena sudah disepakati bersama seperti itu, maka saya dengan mengucap Bismillahirohmanirrohim menerima amanah ini, dan saya minta untuk dibantu bersama serta diingatkan jika nantinya ada kesalahan atau ada yang keliru, syukur sudah sesuai dengan sebagaimana semestinya.

            Ketika sudah ada kesepakatan bersama seperti ini, hal ini menjadi sesuatu yang  legitime mewakili Alumni Fabio 2007. Sehingga ketika ada komunikasi dan koordinasi dengan kampus maupun Ketua Alumni Fakultas Biologi Unsoed, harapannya akan lebih efektif dan efisien. (BP)




JASA PENULIS LIRIK LAGU